==

Sejarah (Sebenarnya) Peristiwa G30S/PKI



Terungkaplagi - “Pantaskah Soeharto Diampuni?”, Ada seorang ahli sejarah yang sempat meneliti tentang kejadian yang menimpa bangsa kita di tahun 1965, mengatakan bahwa di tahun 1965, di Indonesia hanya ada satu Jendral dan dia adalah Mayjen TNI Soeharto. Menurut ahli sejarah itu juga termakan image yang sengaja dibuat Soeharto bahwa dia adalah orang yang paling berjasa atas dibubarkannya Partai yang kini dianggap sebagai partai terlarang di negeri kita.

Soeharto adalah seorang prajurit TNI berpangkat cukup tinggi dan juga memegang salah satu jabatan penting dalam jajaran TNI sebagai Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Kostrad). Pada masa kepemimpinan Ir. Soekarno, Soeharto adalah seorang perwira tinggi yang tidak terlalu diperhitungkan. Itu juga menjadi penyebab tidak terteranya nama Soeharto dalam daftar 7 jendral yang menjadi target pembunuhan dalam pemberontakan PKI.

7 Jendral yang menjadi target operasi PKI:
Jendral TNI Anumerta Ahmad Yani, Letjen TNI Anumerta MT Haryono, Letjen TNI Anumerta S Parman, Letjen TNI Anumerta Suprapto, Mayjen TNI Anumerta Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen TNI Anumerta DI Panjaitan, Kapten Czi Anumerta Pierre Tendean

Apa mungkin Soekarno lupa pada jasa Soeharto yang menjadi arsitek Serangan Umum 1 Maret atas Kota Yogya yang berhasil menguasai Kota Yogya selama 6 jam yang kala itu dikuasai oleh Belanda? Ataukah Soekarno mengetahui fakta yang sebenarnya terjadi.


Pada tahun 1965 tepatnya pada tanggal 30 September 1965, sebuah pemberontakan terjadi atas keutuhan Pancasila (itu kata rezim Orde Baru) namun berhasil ditumpas sampai ke akar-akarnya oleh seorang perwira tinggi bernama Soeharto.

“Resolusi Dewan Jendral” yang sempat beberapa kali disebutkan dalam film tersebut, hal itu benar adanya. Resolusi Dewan Jendral memang ada. Beberapa orang Jendral pada saat itu sedang merencanakan untuk menggulingkan kekuasaan Soekarno dan mengambil alih kekuasaan.

Para pemimpin PKI kala itu cukup resah dengan adanya isu tentang resolusi Dewan Jendral. Mereka khawatir jika para jendral berhasil, maka posisi mereka berada di ujung tanduk. Untuk itu mereka harus bergerak cepat, berpacu dengan waktu untuk menumpas para jendral yang terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral, sebelum para jedral mendahuluinya.

Rakyat yang kala itu masih bodoh dicekoki dengan pernyataan-pernyataan pedas tentang seberapa menyeramkan dan menyakitkannya sebuah pemberontakan. PKI terus menyebarkan doktrin bahwa pemberontakan itu identik dengan kekejaman. Rakyat akan semakin terkepung dalam kesengsaraan. Doktrin yang dilontarkan PKI itu terhadap rakyat itu pada akhirnya berhasil membakar darah rakyat yang kala itu tengah dirundung duka yang mendalam dan berkepanjangan akibat dari ketidak stabilan perekonomian di sebuah negara yang masih muda ini. Akhirnya PKI mendapat restu dari rakyat yang telah didoktrinnya untuk menumpas para jendral yang terlibat dalam Resolusi Dewan Jendral.

PKI sendiri mempunyai kepentingan dalam penumpasan ini. PKI adalah pendukung terkuat Soekarno, dan Soekarno adalah pendukung terkuat PKI demi sebuah image bagi dunia internasional bahwa Indonesia tidak mudah dimasuki pengaruh Amerika Serikat. Memang Sokarno lebih menyukai politik sosialis demokratik seperti yang diajarkan Uni Soviet kepada dunia kala itu yaitu pemerataan.

Karena PKI takut kehilangan dukungan dari presiden, maka PKI harus secepatnya menumpas Dewan Jendral sebelum Dewan Jendral menggulingkan Soekarno. Maka direncanakanlah sebuah aksi untuk menumpas Dewan Jendral. Akhirnya para pemimpin PKI sepakat tanggal yang tepat untuk melakukan aksi adalah pada tanggal 30 September.
Para pimimpin PKI melakukan rapat tentang aksi yang bakal mereka lakukan. Sedikitpun mereka tidak menyinggung nama Soeharto karena memang Soeharto kala itu bukan siapa-siapa. Dia tidak lain hanyalah seorang prajurit TNI berpangkat tinggi yang tidak diperhitungkan dan tidak penting sama sekali.

Disisi lain, Soeharto sendiri juga mengetahui tentang adanya resolusi Dewan Jendral dan mengetahui bahwa PKI akan melancarkan aksi untuk menumpasnya. Namun dia hanya diam. Soeharto juga memiliki kepentingan jika PKI berhasil. Kepentingan Soeharto sebenarnya adalah agar dia mulai dianggap penting dan kembali diperhitungkan di kancah percaturan negeri ini sehingga dia bisa mendapat jabatan yang lebih penting dari jabatan yang dia pegang saat itu. Dia biarkan PKI melakukan aksinya dengan membunuh para perwira tinggi TNI yang memang memegang jabatan penting di negara. Dengan demikian akan semakin berkurang saingan bagi Soeharto untuk meraih jabatan yang lebih tinggi dan lebih penting dari sekedar panglima Kostrad.

Tanggal 30 September pukul 4 pagi, diculiklah 7 jendral yang menjadi target operasi PKI. Mereka dibawa ke lubang buaya dan diserahkan kepada masa pendukung PKI yang telah berkumpul di sana sejak sore hari tanggal 29 September untuk diadili dengan cara mereka. Massa dibebaskan melakukan apa saja sesuka hati mereka kepada para jendral yang akan menambah kesengsaraan bagi rakyat tersebut. Massa yang berkumpul di lubang buaya berpesta pora sebelum akhirnya menyiksa hingga mati para jendral tersebut.

Fakta Dibalik G30S/PKI:
Pagi harinya, Soeharto yang telah mengetahui hal ini mendapat laporan dari beberapa ajudan jendral yang telah diculik. Soeharto hanya tersenyum dalam hati karena telah mengetahui bahwa semua ini akan terjadi. Ambisinya untuk menguasai negeri dengan pangkat dan jabatan yang dia miliki hanya tinggal selangkah lagi.

Tahukah anda apa sebenarnya yang telah direncanakan Soeharto sebelumnya yang disimpannya baik-baik dalam benaknya? Dia biarkan PKI membunuh ketujuh Jendral tersebut, lalu memfitnah PKI telah melakukan kudeta terhadap Soekarno sehingga orang-orang PKI yang mengetahui fakta sejarah dapat dengan mudah disingkirkan dengan cara difitnah. Doktrin yang dilontarkan Soeharto adalah bahwa PKI akan melakukan pemberontakan terhadap kekuasaan Soekarno. Mungkinkah PKI akan menggulingkan pendukung terkuatnya? Tidak masuk akal. Ingat PKI dan Soekarno saling mendukung, apa mungkin PKI melakukan hal itu?

Pagi harinya Soeharto bergerak cepat dan melangkahi tugas beberapa orang jendral atasannya dengan memegang tampuk pimpinan TNI untuk sementara tanpa meminta restu dari Presiden. Di buku sejarahku waktu SD ditulis, “Mayjen TNI Soeharto dengan tangkas memegang tampuk pimpinan TNI yang lowong sepeninggal A Yani.” Kalau bisa dan boleh aku ingin mengedit tulisan di buku sejarahku dengan kata-kata, “dengan lancang Soeharto memegang tampuk pimpinan TNI.” Masih banyak orang yang harusnya dimintai restu oleh Soeharto atas inisiatifnya memegang tampuk pimpinan TNI.

Lalu dengan mudah Soeharto yang telah mengetahui semua seluk beluk aksi PKI ini menumpas PKI. Hanya dalam waktu beberapa jam saja, para pelaku pemberontakan PKI ditangkap dan sebagian lagi kabarnya melarikan diri ke luar negeri. Lalu Soeharto menyebarkan doktrin bahwa PKI telah melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Soekarno. Padahal PKI bermaksud menggagalkan kudeta yang akan dilancarkan oleh para jendral tersebut. PKI dijadikan kambing hitam oleh Soeharto atas apa yang memang diinginkannya. Satu langkah Soeharto untuk menguasai negeri ini berhasil.

Penguasaan Kembali Gedung RRI Pusat:
Dini hari tanggal 1 Oktober 1965 Gerakan Tiga Puluh September (G30S) PKI menculik dan membunuh 6 orang perwira tinggi Angkatan Darat yang yang dinilai sebagai penghalang utama rencana mereka untuk merebut kekuasaan Negara. Pagi itu pula mereka berhasil menguasai Gedung RRI dan Gedung Pusat Telekomunikasi. Di bawah todongan pistol, seorang penyiar RRI dipaksa menyiarkan pengumuman yang menyatakan bahwa G-30-S telah menyelamatkan Negara dari usaha kudeta “Dewan Jendral”.

Tengah hari mereka mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam negara dan pendemisioneran kabinet.

Untuk menghentikan pengumuman-pengumuman yang menyesatkan rakyat itu, Panglima Komando Tindakan Strategi Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen Soeharto yang telah mengambil alih sementara pimpinan Angkatan Darat memerintahkan pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) untuk membebaskan Gedung RRI Pusata dan Gedung Telekomunikasi dari penguasaan G-30-S PKI. Operasi yang dimulai pukul 18.30, dengan mengerahkan kekuatan satu kompi dalam waktu hanya 20 menit, RPKAD berhasil menguasai kembali gedung vital itu.

Pukul 20.00 tanggal 1 Oktober 1965 RRI Pusat sudah dapat menyiarkan pidato radio Mayjen Soeharto yang menjelaskan adanya usaha kudeta yang dilakukan oleh PKI melalui G-30-S

Penangkapan DN Aidit 22 November 1965:
Setelah G 30 S PKI mengalami kegagalan di Jakarta, pada tanggal 1 Oktober 1965 tengah malam ketua CC PKI D.N. Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah yang merupakan basis utama PKI.

Tanggal 2 Oktober 1965 ia berada di Yogyakarta, kemudian berpindah-pindah tempat dari Yogyakarta ke Semarang. Selanjutnya ia ke Solo untuk menghindari operasi pengejaran yang dilakukan oleh RPKAD. Tempat persembunyiannya yang terakhir di sebuah rumah di kampung Sambeng Gede. Daerah ini merupakan basis Serikat Buruh Kereta Api (SBKA), organisasi massa yang bernaung dibawah PKI. Melalui operasi intelijen, tempat persembunyian D.N. Aidit dapat diketahui oleh ABRI.

Tengah malam tanggal 22 November 1965 pukul 01.30 rumah tersebut digrebek dan digeledah oleh anggota Komando Pelaksanaan Kuasa Perang (Pekuper) Surakarta. Penangkapan hampir gagal ketika pemilik rumah mengatakan bahwa D.N. Aidit telah meninggalkan rumahnya. Kecurigaan timbul setelah anggota Pekuper menemukan sandal yang masih baru, koper dan radio yang menandakan hadirnya seseorang yang lain di dalam rumah itu. Penggeledahan dilanjutkan. Dua orang Pekuper menemukan D.N. Aidit yang bersembunyi di balik lemari. Ia langsung ditangkap dan kemudian dibawa ke Markas Pekuper Surakarta di Loji Gandrung, Solo.

Supersemar:
Suasana negara saat itu benar-benar memburuk. Negara yang masih muda ini serasa berasa di titik paling bawah dari keterpurukannya. Perekonomian anjlok, harga bahan pangan menjulang, bahan pangan susah didapat dimana-mana, kerusuhan pecah di seluruh wilayah negeri ini. Beberapa elemen masyarakat melakukan aksi yang berbuntut dengan dicetuskannya Tritura (Tri Tuntutan Rakyat). Isi Tritura adalah:

1. Bubarkan PKI
2. Turunkan Harga
3. Bersihkan kabinet dari unsur-unsur G 30 S PKI

Aksi beberapa elemen masyarakat ini di awali dengan aksi yang digelar oleh mahasiswa yang menamakan dirinya Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI). Gerakan mahasiswa ini juga diikuti oleh elemen masyarakat lain seperti Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), dan lain-lain.Aksi-aksi inilah yang kemudian memicu pecahnya revolusi di negara ini. Semakin lama situasi negara semakin memburuk.

Situasi ini akhirnya yang memaksa tiga orang Jendral yaitu Letjen (yang baru naik pangkatnya) Soeharto, Brigjen Amir Machmud dan Brigjen M Yusuf untuk menemui presiden dan memaksa presiden agar segera memenuhi tuntutan rakyat. Tritura harus dipenuhi jika presiden ingin mengembalikan situasi negara ke arah yang kondusif.

Soekarno menolak memenuhi tuntutan rakyat. Soekarno tahu bahwa ini semua hanya kerjaan Soeharto yang memfitnah PKI sebagai pemberontak. Soekarno tahu betul, tidak mungkin PKI berkeinginan untuk menggulingkannya namun Soekarno tidak memiliki bukti yang otentik atas pernyataannya tersebut. Soekarno tahu bahwa aksi yang dilakukan oleh PKI dengan nama G 30 S PKI hanya bertujuan untuk menumpas rencana kudeta militer yang akan dilakukan oleh sekelompok perwira tinggi yang menamakan dirinya Dewan Jendral.

Setelah gagal untuk memaksa presiden memenuhi tuntutan rakyat, ketiga jendral tersebut berinisiatif membuat sebuah surat perintah atas nama presiden. Isi surat perintah yang diberi nama Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) hingga kini hanya diketahui oleh hanya 4 orang, ketiga jendral tersebut dan Soekarno, namun karena tiga diantaranya kini telah meninggal dunia, maka kini hanya tertinggal satu lagi saksi sejarah yaitu Soeharto. Sayang, Soeharto pun tidak ingin rakyat Indonesia tahu apa isinya, maka dia lenyapkan supersemar yang asli dan buat sebuah surat perintah yang palsu seperti yang kita tahu belakangan ini.

Teks Supersemar yang palsu, sedangkan yang asli, hingga kini tidak ditemukan bangkainya Supersemar yang telah rampung dibuat diserahkan kepada Soekarno untuk ditandatangani, namun Soekarno menolak untuk menandatanganinya. Soekarno tidak mau membubarkan PKI namun juga tidak mempunyai alasan yang kuat atas kehendaknya tidak ingin membubarkan PKI. Sementara rakyat telah didoktrin oleh Soeharto bahwa PKI telah melakukan pengkhiatan terhadap negara dan ingin menguasai negara ini dan menjadikannya negara berfaham Komunis.

Menurut pengakuan dari seorang kakek tua tak lama setelah Soeharto lengser, bahwa dulu ia bekerja di Istana Merdeka. Tugasnya adalah mengantarkan minuman buat presiden. Pada saat ketiga jenderal itu sedang berada di ruang kerja presiden, sang kakek memasuki ruangan dengan maksud ingin mengantarkan minuman bagi presiden dan ketiga tamunya. Terkejutlah ia saat melihat presiden sedang menandatangani sebuah surat yang diyakininya sebagai supersemar di bawah todongan Pistol.

Pada saat sang kakek mengungkapkan kisah ini, Jendral M Yusuf masih hidup, maka ia diwawancarai oleh kru TV sehubungan dengan pernyataan sang kakek. Karena M Yusuf berada pada posisi netral maka ia yang diwawancarai. Tapi sayang, saya sangat yakin bahwa fakta yang diungkapkan sang kekek benar adanya, tapi demi menyelamatkan sejarah yang sudah terputar balik dan tak mungkin diubah lagi, maka Jenderal M Yusuf membantah bahwa presiden menandatangani supersemar di bawah todongan pistol. Tapi saya yakin dan sangat percaya, Jendral M Yusuf yang kala itu sudah pensiun membantah hal itu karena ia sadar, jika ia bongkar rahasia ini, maka terbongkarlah semua fakta sejarah dan Indonesia kembali terombang ambing dalam keraguan. Mana yang benar? Sejarah versi Soeharto atau M Yusuf.

Akhirnya supersemar ditandatangani oleh Soekarno, namun supersemar tidak ditujukan kepada Soeharto. Hal ini membuat Soeharto panas, entah dengan cara apa, Soeharto berhasil melenyapkan surat itu dan membuat pernyataan palsu dengan mengatakan bahwa supersemar ditujukan kepadanya untuk memegang tampuk pimpinan TNI untuk sementara dan mengembalikan stabilitas nasional.

Dua langkah Soeharto berhasil. Maka berpedoman pada surat perintah palsu yang dibuat oleh Soeharto sendiri, ia mulai bergerak dan membubarkan PKI serta antek-anteknya. Sebagian besar masa pendukung PKI, Gerwani dan berbagai organisasi massa lain bentukan PKI dibantai secara masal, sebagian lagi dipenjara. Ini dilakukan untuk menghilangkan jejak sejarah agar semua kebusukan yang dilakukan oleh Soeharto tidak terungkap. PKI dijadikan kambing hitam karena memang PKI pernah melakukan percobaan kudeta di tahun 1948. Ini dijadikan alasan bagi Soeharto untuk semakin menjatuhkan PKI.

Setelah PKI dibubarkan, dengan wewenang palsunya Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah Partai terlarang di Indonesia karena bertentangan dengan Pancasila yang merupakan ideologi bangsa Indonesia.
Pidato pertanggungjawaban Soekarno dalam Sidang Umum MPRS tahun 1968 ditolak oleh MPRS. Semua dipicu dari lambatnya Soekarno membubarkan PKI dan menjawab Tritura. Setelah itu dipilihlah seorang penjabat presiden hingga masa kepemimpinan Soekarno berakhir. Pada saat itu memang tak ada pilihan lain, Soeharto menjadi satu-satunya orang yang paling pantas memegang jabatan itu. Soekarno (mungkin dengan berat hati) menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. Sejak saat itu Soeharto resmi memegang jabatan sebagai Presiden RI melaui TAP MPRS No XLIV/MPRS/1968 dan berkuasa selama 32 tahun hingga akhirnya digulingkan juga dengan cara yang sama seperti ia berusaha menggulingkan Soekarno pada tahun 1968.http://terungkaplagi.blogspot.com/2013/08/sejarah-sebenarnya-peristiwa-g30spki.html

Subscribe to receive free email updates:

content match

59 Responses to "Sejarah (Sebenarnya) Peristiwa G30S/PKI"

  1. terus hubunganya sama kesaktian pancasila apa???????

    ReplyDelete
  2. hubunganya sama kesaktian pancasila apa?

    ReplyDelete
  3. dari tulisan saudara.sangat menyesatkan rakyat indonesia,jelas yg telah anda tulis mengatakan pki merencanakan pembunuhan 7 jendral..dan menyebutkan nama2 jendral tersebut aja salah,,,,berarti engetahuan anda masih nol tentang G30spki,,anda lupa menyebutkan nama jendral A.H nasution.,memang benar yg terbunuh 7 orang,tapi salah satunya ajudan Jendral AH nasution,yg berpangkat letnan,,sedangkan jendral AH Nasution selamat dari rencana pembunuhan tersebut,bagaimana rakyat percaya dengan tulisan anda

    ReplyDelete
  4. Jendral A. Yani Nst kok Anumerta Bro...? *()&^%$

    ReplyDelete
  5. Soekarno menolak memenuhi tuntutan rakyat. Soekarno tahu bahwa ini semua hanya kerjaan Soeharto yang memfitnah PKI sebagai pemberontak. Soekarno tahu betul, tidak mungkin PKI berkeinginan untuk menggulingkannya namun Soekarno tidak memiliki bukti yang otentik atas pernyataannya tersebut. Soekarno tahu bahwa aksi yang dilakukan oleh PKI dengan nama G 30 S PKI hanya bertujuan untuk menumpas rencana kudeta militer yang akan dilakukan oleh sekelompok perwira tinggi yang menamakan dirinya Dewan Jendral.

    hhahaha soekarno tahu betul...
    itu hanya sepenggal kalimat yang sangat meragukan tulisan diatas,,,
    apakah penulis tau isi hati soekarno??
    dalam militer jika memang mendesak maka pangka prada pun bisa jadi pemimpin
    terlalu ngaco nih artikel... geli aku baca nya,
    bahkan sampai sekarang aparat manapun akan melakukan hal seperti suharto lakukan,biarkan mereka melakukan kejahatan dulu baru ditangkap.. dalam hukum butuh bukti bro.... pencegahan yang bagaimana,orang saat itu suharto ga diperhitungkan... aneh banget nih artikel

    ReplyDelete
  6. Emang nya artikel ini di buatnya dari buku yang di baca ya? Hahaha

    ReplyDelete
  7. Ada sebuah sumber mngatakn bahwa G 30S PKI tidak terlpas dari peranan komunis china yg d pimpin mao se tung,,yng menginginkan komunis exis di indonesia,,tetapi dalam hal ini suharto punya kepentingan lain,,

    ReplyDelete
  8. Kemungkinan itu bisa terjadi... Sya pun sependapat dengan penulias di atas... Namun ada sedikit koreksi.. Menurut saya bisa jadi yang menculik dan membunuh 7 jendral tersebut adalah antek soeharto dan mengkambing hitamkan PKI... Karena tidak mungkin PKI melakukan kudeta terhadap para jendral tanpa sepengetahuan soekarno, karena PKI adalah bentukan soekarno yang lebih menjalin hub. Kepada unisoviet dan bermusuhan dengan amerika, kenapa amerika sangat membenci soekarno... Ada kemungkinan bahwa gedung MPR dulu di bagun adalah untuk gedung PBB dan mayoritas negara lain telah menyetujui bahwa indonesia sebagai Ketua PBB , di sinilah kecerdasan amerika melihat situasi bahwa soeharto adalah sosok yg tepat untuk menyokong gerakan amerika menggagalkan indonesia sebagai ketua PBB dan memberikan peluang soeharto untuk menduduki kursi tertinggi....
    Dan untuk masalah supersemar menurut saya tidak mungkin soekarno di todong pistol dan menandatangani supersemar tersebut... Karna tidak mungkin seorang pejuang seperti soekarno takut di todong pistol bahkan menurut saya jika di suruh memilih antara mengorbankan rakyat atau nyawanya tentu dia lebih memilih nyawanya... Dan saya punya PR untul para ahli sejarah dan ilmuan untuk meneliti keontetikan tanda tangan soekarno dalam supersemar tersebut melalui perbandingan tandatangan soekarno, apakah benar 100% itu tanda tangan soekarno / terjadi pemalsuan???

    ReplyDelete
  9. Pada tahun 2008... RCTI pernah menyiarkan pengakuan dokter visum pada G30S PKI yg menjelaskan bahwa tidak ada alat kelamin yg dipotong dan mata yg di congkel dan itu tidak mungkin salah karena tanpa di.visum pun kita sudah dapat memastikan dengan mata kepala sendiri (begitu menurutnya)... Namun berita ini hanya timbul 1hari saja lalu lenyap menghilang

    ReplyDelete
  10. Kenapa harus PKI yg di kambing hitamkan...???
    Menurut saya karena PKI adalah bentukan soekarno melawan kekuatan asing (amerika) karena komunis adalah sebuah kekuatan unisoviet , dengan menjatuhkan PKI maka amerika dengan leluasa dapat mengambil keuntungan... Kenapa??? Jelas karena soekarno anti amerika... Jakarta,pyongyang,moskow adalah 3 kota dari 3 negara yg sangat anti Amerika (pada saat itu) kebencian mereka sampai dengan pemblokiran perusahaan yg berlebel amerika, klo sya boleh mengusulkan, sejarah indonesia juga harus di bedah melalui negara lain yg mempunyai hubungan baik terhadap indonesia dan musuh amerika... Lalu di perbandingkan lagi melalui sejarah yg sudah menjadi dokrin ke masyarakat indonesia

    ReplyDelete
  11. Atau bahkan bisa melalui amerika itu sendiri karena kejahatan yg sudah berlalu 30 th dapat ungkap / di jelaskan kebenarannya oleh amerika.... Namun juga harus ada perbandingannya melalui bukti dari sejarah dari negara yg pro indonesia (pada saat itu), musuh amerika dan sejqrah indonesia itu sendiri

    ReplyDelete
  12. Bukan infobocor, tp:
    Jiwabocorpki
    Ulasan Anda semrawut, tdk konsisten, spt kesaksian2 para pelaku (PKI)... Anda PKI? Ato Sukarnois? Klo Anda Soekarnois, dia ingin anak2nya kiri (komunis/sosialis)... karena "kanan" adlh liberal/kapitalis.
    Soekarno bersalah dlm hal ini, dan ini berakibat fatal bagi dirinya dan yg dipimpinnya... Soekarnois tdk dpt menerima kenyataan... Soekarno manusia, tdk selalu benar, tdk selalu salah...saya pegang ajaran Nabi, bukan ajaran Soekarno... pidato jasmerah lucu dan memalukan...


    ReplyDelete
  13. buktinya tidak valid, misal : sang kakek (siapa namanya), klo soeharti tau ada coup dari dewan jenderal dia taudari siapa. anda menulis hanya bermodal keyakinan saja tanpa bukti yg jelas (dari mana sumbernya). dilihat dari penulisannya anda bukan orang yang netral...ANDA SOK TAU....

    ReplyDelete
  14. Cuihhh
    Hoax bgt ini artikel,
    Anda keturunan PKI ya?

    ReplyDelete
  15. Buat para pengkritik...apakah anda punya tulisan yg baik dan berani mempublikasikan seperti ini ?
    Buat pendukung....apakah anda punya bukti atas dukungan anda ?
    Ini cuma tulisan bro....dibaca aja...
    Jgn mencela...dan jgn membenarkan.. Krn kt semua bukan pelaku sejarah.
    Jika suka( like) kalo ga suka(dislike).
    Oke....

    ReplyDelete
  16. Gerakan 1 Oktober 1965

    Mengenai gerakan 1 Oktober 1965, khususnya yang berkaitan dengan pangkalan udara Halim Perdanakusuma. Kisah ini membuka fakta baru berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa itu. Selama Presiden Sukarno di PAU Halim pada tanggal 1 Oktober itu ia berada di Markas Koops, didampingi Laksdya Omar Dani. Presiden Sukarno tidak berkumpul dengan DN Aidit, Sjam, Pono, Bono, Letkol Inf. Untung, Kol.Inf. latief, Mayor Udara Sujono dan para pimpinan G 30 S lainnya.
    Pada pukul 10.00 WIB Brigjen Supardjo tiba-tiba menemui Presiden Sukarno untuyk meminta restunya untuk memberi dukungan terhadap G 30 S, namun presidden menolak permintaan itu. Lalu Presiden Sukarno pindah ke kediaman Komodor Udara Susanto, dan Presiden memanggil Dr. Leimena, Waperdam II Sutardio, Jakgung, Men/Pangal laksda Laut RE Martadinata, Men/Pangak, Inspektur Jend. Polisi Sutjipoto Yudodihardjo, dan para pejabat lain, untuk mengadakan pembicaraan.
    Sementara Aidit, Kusno, Iskandar Subekti, dan Bono disembunyikan di rumah Sersan Udara Suwardi oleh mayor Udara Sujono di komplek PPP dan PAU Jakarta yang ada di kawasan PAU Halim, sedangkan Sjam, Pono, Brigjen Suparjo, Kol. Inf. Latief, Letkol Udara heru Atmojo, mayor Udara Sujono, mayor Inf. Sukirno dan Mayor Inf. Bambang Supeno berada di Central Komando I, yang menggunakan gedung penas, di Jalan Jakarta Bypass.
    Di selatan PAU Halim, terdapat dua lokasi yang berbeda tapi menggunakan nama Lubang Buaya. 1, lapangan Lubang Buaya yang tahun 1964 digunakan sebagai Dropping Zone (DZ) demontrasi dalam terjun payung pada HUT XIX ABRI, terletak di luar pagar Ring I PAU Halim, termasuk kawasan PAU Halim, dan 2, desan Lubang Buaya, yang sekarang dijadikan Museum Pancasila Sakti, yang terletak di luar kawasan dan tanggung jawab PAU Halim. Tempat ini menjadi tempat latihan dan basis pasukan G 30 S.
    Untuk melaksanakan aksi mereka mencuri senjata dan juga menggunakan kendaraan yang di simpan di gudang.
    Lalu, untuk menghilangkan saling curiga di antara angkatan bersenjata, maka Presiden Sukarno, melalui siaran RRI pukul 01.00 tanggal 4 Oktober 1965 menyampaikan amanat, yang isinya antara lain: pertama, ada beberapa kesalahpahaman yang dapat menimbulkan pertentangan antara pihak-pihak dalam angkatan bersenjata. Untuk menghilangkan keragu-raguan masyarakat serta untuk membina kesatuan dan persatuan nasional, diumumkan bahwa tuduhan terhadap AURI tentang tersangkutnya dalam G 30 S adalah tidak benar. Dua, kepergian Presiden ke PAU Halim tanggal 1 Oktober 1965 adalah atas kehendak sendiri, agar apabila terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, beliau dapat diterbangkan ke tempat yang lebih aman. Ketiga, harus waspada jangan sampai AURI dan AD dapat diadu domba. Keempat, diperintahkan agar semua anggota angkatan bersenjata bersatu padu dengan keselamatan negara dan revolusinya. (Artides Katoppo, dkk. Menyingkap Kabut Halim 1965

    ReplyDelete
  17. anda semua sok tahu.. Mang anda pernah mengalami sejarah tersebut. Anda menyimpulkan hanya atas dasar penalaran anda sndri twpun hnya dasar mmbca sejarah. Belum tentu ap yg anda baca itu 100% benar. Ap lagi tentang soeharto yg sengaja membiarkan gerakan tersebut terjadi. Sebelum ada facta yg real yg membuktikan smua itu benar . Anda tidak berhak menyimpulkan bahwa pendapat anda itu benar, apkah anda tau isi hati para pelaku sejarah trsbut. Anda semua yg sok tau. Bisa saja itu smua benar, dan bsa saja itu smua salah. Yg pastinya kta tdak tau kepastian sejarah trsebut tanpa sumber yg benar2 aktual.

    ReplyDelete
  18. semua memang saling perjuangkan kepentringan masing- masing,yang akhirnya Soeharto lah yang menang....xixiixixixix

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. Makasih gan infonya udah share ...............




    bisnistiket.co.id/

    ReplyDelete
  21. yang jelas PKI parte terlarang ....sudah berkali-kali membuat makar sejak tahun 1926 di jawa barat, madiun 1948 yang intinya ingin menjadikan negara kita menjadi komunis...sebernarnya DN. aidit. syam kamaruzaman, untung dll..ingin kudeta. tahu 1965 tapi gagal..karena persiapan yang kurang matang...ketika itu pki minta angkatan kelima yaitu para tani dan buruh dipersenjatai namun ditolak mentah-mentah sama Jend. A.Yani....untung pki ngga tumbuh di negeri kita....apa jadinya?

    ReplyDelete
  22. Kisah ini aneh,masa pak soeharto sengaja membiarkan pki membunuh 7 jendral.........

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama'y jga manusia, siapa tau aja soeharto waktu itu sudah dibutakan oleh harta & tahta..

      Delete
  23. loe goblok, gue goblok.. Kita goblok semua.
    Udah, biar adil

    ReplyDelete
  24. Pinter semua.....

    ReplyDelete
  25. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  26. Konspirasi Amerika dan Soeharto yg berusaha mengincar kekayaan negara kita ... Ingat Negara kita sangat kaya ... hingga kini kita dijajah dlm bentuk perekonomian ... hingga terpuruk yg akhirnya amerika mau kita berhutang dan menggadaikan kekayaan alam kita ... mulailah berani memajukan bangsa ini utk generasi yg akan datang ... Merdeka !

    ReplyDelete
  27. menurut saya ini mungkin ada sebagian pernyataan di artikel ini yg benar juga. kita tidak ada yg tahu ttg supersemar itu sendiri. dan juga pada zaman suharto, mungkin tidak ada yg menelusuri lebih jauh ttg g30s pki.

    ReplyDelete
  28. saya juga tidak setuju dgn komentar cacian omong kosong, yg hanya sekedar membaca, tanpa memahami isinya

    ReplyDelete
  29. Pengen ketawa masi ada aja org2 yg dukung soeharto. Uda jelas dia antek amrik yg dikasi tugas buat ngebawa indonesia jd pro amrik. Dan ini terjadi disaat indonesia hampir jd negara yg sangat penting di dunia. Anjing emg kalian yg dukung soeharto!

    ReplyDelete
  30. semua ini ulahnya soeharto,yang licik untuk menggeserkan soekarna dari jabatannya dan ada kepentingan khusus dari soeharto yang ingin mengusai negara kita di dulu kala.

    ReplyDelete
  31. soeharto emang licik,

    ReplyDelete
  32. Soeharto adalah pahlawan bangsa,saat itu yang bisa bersaing dengan komunis hanya angkatan darat,langkah soekarno untuk menjadi presiden seumur hidup harus terhenti karena angkatan darat,,jadi soekarno mencari cara lain untuk menggulingkan jenderal-jenderal angkatan darat.peristiwa g 30 s adalah ulah soekarno.soekarno yang harus bertanggung jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada buktinya gk, kalo Soekarno salah ? ada kagak? kalo kagak ada, jgn nuduh dong bro!

      Delete
  33. Yang pasti keputusan Soekarno dan Soeharto adlh yg trtbaik,,,kaian smus tdk tau fakta lgsg hanya ngarang aja....Pemimpin wkt itu jelek aapa baik dan setuju apa tdk menurut kalian yg pasti dari Soekarno,soeharto sampe pejuang" yg lain adlh pahlwn....pertimbgn dan keputsn wkt itu kalian tdk tau fakta yg sebenarnya...

    ReplyDelete
  34. Yg terpentg generasi penerus wjb mengisi kemeerdekaan dg hal" yg positif...siapapun pemimpinnya kita dukung aja....betul kan broew?

    ReplyDelete
  35. Sudah dibaca saja.. Jangan kebanyakan protes.. Yang penting sipenulis sudah mw memberikan ide'a untuk kita semua. Nah sekarang tergantung pada kalian semua. Mw menerima'a atau mw mencela'a.. Ini sebuah karya broo.. Hargailah, sebab jika kalian dapat menghargai orang, kalian sendiri akan dihargai orang. Jadi selow saja broo..

    ReplyDelete
  36. jangan lupa, selama puluhan tahun kita hidup aman dan tentram di bawah supersemar,...anda menilai pak harto dari benaknya ,,, saya mau tanya apa anda sudah lahir pada masa itu ???? Bagaimanapun jeleknya anda bilang tapi bagi saya Pak Harto is The Best... Pak harto yang sanggup membangun Indonesia Ini walau harus jadi sapi Perah IMF , Pak harto yang mengangkat anak2 tak mampu yang berprestasi dengan Beasiswa Supersemarnya.... Coba anda Hitung Berapa Juta Anak yang jadi pimpinan negri ini yang berasal dari beasiswa dan yayasan supersemarnya...!!!!!! Ayo acung...yang anak2 supersemar....ne orang tolol tapi banyak bacot...!!!

    ReplyDelete
  37. soekarno itu punya prinsip berdikari, cerdas dan percaya diri. jadi dia ngga berpihak ke komunis/ liberal. tapi karna saat itu ada peristiwa "ganyang malaysia" dan tentara indonesia ngga mau melawan malaysia karena malaysia dibonceng inggris, jadi soekarno yang gengsinya tinggi meminta bantuan komunis untuk melawan mlaysia. soekarno tdk meminta bantuan amerika karena saat itu amerika sedang sibuk dengan perang vietnam. soekarno berjanji akan membersihkan pki setelah masalah malaysia selesai. dan soeharto yang sudah dipengaruhi amerika, mengambil kesempatan untuk menguasai indonesia saat indonesia sedang kacau karena pki.

    itu sejarah yang saya percaya :)

    ReplyDelete
  38. Satu hal dr saya bro,si penulis artikel ini bnyak ngarangnya,tertulis soeharto memusnahkan supersemar yang asli,dan menggnti yg palsu tnpa ada org yg tw,tp si penulis kok bisa tw...ap soeharto curhat sama penulis artikel ini y?wkwkwkwkwk...............

    ReplyDelete
  39. Pak sukarno itu kerja sama sama unisoviet itu buat cari ilmunya buat kemajuan indonesia agar tidak di andalkan negara lain seperti unisoviet,anda petnah dengar tentang romusa itu sebenernya di ambil atas nama orang yg di utus sukarno ke unisoviet gimana negara itu bisa maju sendiri,
    Tapi memang bener amerika itu bermain di belakang..dan hanya alm. pak sukarno dan pak.harto tau kisah sebenarnya?
    Yg penting pemilu nanti jgn salah pilih...

    ReplyDelete
  40. Anak bau kencur lagi belajar menulis tentang sejarah ya ni...jadinya ya kayak gini.. salah kaprah..

    ReplyDelete
  41. Anak bau kencur lagi belajar menulis tentang sejarah ya ni...jadinya ya kayak gini.. salah kaprah..

    ReplyDelete
  42. Ya Anda benar, berarti soekarno bnr2 d pihak PKI, pantas saja Soekarno tdk mau kabulkan Tritura..! Soekarno yg haus dgn kekuasaan takut lenser dr jabatan dan pengen menjadi president seumur hidup dgn memanfaatkan dan meminta dukungan para PKI dgn di iming2i kenaikan pangkat dan jabatan. Tp kesalahan Fatal soekarno adl dia telah melupakan Soeharto. Beruntung Soeharto dgn sigap dan berani, langsung mengambil alih AD.. Anda bilang Soeharto lancang mengambil alih tampuh AD tanpa restu Soekarno, sedangkan anda tau Soekarno ada d pihak mana, klw soeharto menunggu2, smpai kapan dia hrs menunggu, tp karna jiwa pejuangnya, bliau trpanggil untuk brtindak cepat. Klw bkn ada Soeharto, bangsa ini sdh pasti menjadi Negara Komunis dgn dukungan Soekarno..!!! Cobalah pelajari dan renungkan lg sejarah dan sebab akibatnya..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Yang pasti itu tuhan itu saty,, semua ini adalah kehendaknya..!!

      Delete
    3. Yang pasti itu tuhan itu saty,, semua ini adalah kehendaknya..!!

      Delete
  43. Satu yg pasti
    Indonesia raya indonesia merdeka. Dari dulu bahakan sampai sekarang 2014 yg namanya perseteruan anatara presiden yg dulu dulu.. ada kaitanya jg dg president yg sekarang intinya kebenaran akan segera terungkap siapa yg bakal bisa mensejahterakan
    NKRI ini.. bumi pertiwi.. jangan di pandang secara realistis dan berdikir secara logis, ataupun rasional sekalipun, indonesia penuh teka teki tentang sejarah , jangan terlalu melihat kedepan.. lihatlah kebelakang .. secara kasap mata negri ini hebat .. akan menjadi negara adikuasa.. jangan saling menyalahkan jangan saling menghina kita satu negri satu kesatuan, saling mengingatkan bukan saling melecehkan.. tolong baca tulisan saya ini lalu rasakan dg hati nurani .. karena pikiran kita tidak akan sampai untuk mengetahui apa di balik politik besar besaran yg terjadi.

    ReplyDelete
  44. sepertinya artikel ini perlu direvisi kembali....

    ReplyDelete
  45. Suharto ada benarnya jg ada salahny, begitu jg sukarno ada benarnya jg ada salahnya.. Yg pasti satu2nya yg paling benar & tdk pernah salah hanyalah Allah SWT. Seberapapun besar kecilnya kesalahan&kebenaran mereka, suharto & sukarno adalah 2 tokoh negara idolaku.. Dibandingkan pemipin2 negara sesudah mereka berdua.. Allahu Akbar.. Merdeka..

    ReplyDelete
  46. Ini sejarah, mengetahui siapa benar siapa salah tdk harus melihat satu sudut saja . . Versi ini dilihat versi lainnya dilihat, baru berkata pd hati kecil sodara2 yang mencaci caci artikel orang lain ini apa sodara jg yakin ada di TKP ? Kalau berdasarkan katanya katanya . . Kata mbah2nya kader pki dan mbah2nya pengikut negara tentu beda versi . . Semakin luas ilmu seseorang semakin sedikit menyalahkan orang lain

    ReplyDelete
  47. Hhhhh sudahlah tak perlu berdebat, percuma kalian semua pada waktu itu belum lahir, memangnya anda sudah lahir kok debat masalah G30Spki ??? belum lahir aja kok pakai debat .. sumber kalian itu dari buku, bukan langsung dari orang yang tau sejarah sebenarnya . ingat bung buku itu banyak versinya, percaya kok sama buku !!!!

    ReplyDelete
  48. Pemutar balikan fakta...
    Propaganda cuuy

    ReplyDelete
  49. Lucu memutar balikan fakta
    Propaganda cuuuy cara lama

    ReplyDelete
  50. Pemutar balikan fakta...
    Propaganda cuuy

    ReplyDelete